Harga Ayam dan Telur Mulai Naik, Mentan Program MBG Jadi Penopang

- Editor

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FaktaBaru.net, Jakarta – Kondisi harga ayam dan telur di tingkat peternak mulai menunjukkan tren positif setelah pemerintah menggulirkan berbagai langkah stabilisasi dalam beberapa pekan terakhir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan perbaikan harga tersebut menjadi sinyal membaiknya keberlangsungan usaha peternak rakyat di berbagai daerah.

Usai menerima audiensi terbatas dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) di Jakarta, Senin (27/7/2026), Amran menyatakan harga telur maupun daging ayam kini telah bergerak naik dibandingkan sebelumnya ketika peternak menghadapi tekanan akibat anjloknya harga jual.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Amran, pemerintah terus mengawal keseimbangan antara produksi, penyerapan hasil panen, dan stabilitas harga agar usaha peternakan rakyat tetap berjalan secara berkelanjutan.

“Harga ayam dan telur sudah mulai membaik. Ini menjadi perkembangan yang positif bagi peternak,” ujar Amran.

Salah satu langkah yang dinilai berperan penting adalah sinergi Kementerian Pertanian dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut disebut menjadi pasar yang mampu menyerap sebagian hasil produksi peternak dan pelaku pertanian nasional.

Amran menjelaskan, MBG kini berfungsi sebagai off-taker berbagai komoditas pertanian, termasuk telur dan daging ayam.

Kehadiran program tersebut diharapkan mampu menciptakan permintaan yang lebih stabil sehingga harga di tingkat peternak tidak mudah berfluktuasi.

Pemerintah sebelumnya juga mengambil sejumlah kebijakan untuk mengatasi anjloknya harga komoditas perunggasan.

Pada 10 Juni 2026, Kementerian Pertanian mengumpulkan peternak ayam petelur dari berbagai daerah guna merumuskan solusi terhadap penurunan harga yang terjadi di tingkat produsen.

Dari pertemuan tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya penguatan pengawasan terhadap harga acuan pembelian di tingkat peternak dengan dukungan Satgas Pangan Polri.

Selain itu, pemerintah menyalurkan jagung melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna membantu menekan biaya pakan yang selama ini menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam.

Kementerian Pertanian juga mendorong peningkatan penyerapan telur oleh Program Makan Bergizi Gratis.

Jika sebelumnya pembelian dilakukan satu kali dalam sepekan, frekuensinya ditingkatkan menjadi tiga kali setiap minggu agar hasil produksi peternak lebih cepat terserap pasar.

Langkah lanjutan dilakukan melalui forum rembuk peternak ayam pedaging dan petelur bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada 6 Juli 2026.

Dari pertemuan tersebut disepakati harga acuan live bird sebesar Rp19.500 per kilogram serta harga telur ayam ras Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak yang mulai diberlakukan sejak 15 Juli 2026.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan stabilisasi berjalan efektif di lapangan.

Amran menegaskan pemerintah akan terus mengawasi implementasi kebijakan tersebut, mulai dari pengendalian harga, ketersediaan pakan, hingga optimalisasi penyerapan hasil produksi melalui Program MBG.

Di sisi lain, Ketua Umum Pinsar Indonesia, Singgih Januratmako, mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang dinilai mulai memberikan dampak nyata bagi peternak rakyat.

Menurutnya, kenaikan harga ayam dan telur menjadi angin segar setelah pelaku usaha perunggasan sempat menghadapi kelebihan pasokan dan tingginya biaya produksi dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami bersyukur harga ayam dan telur mulai naik. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para peternak,” kata Singgih.

Ia berharap kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Badan Gizi Nasional semakin diperkuat sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi pasar yang berkelanjutan bagi hasil produksi peternak.

Singgih menilai penyerapan sekitar 15 hingga 20 persen produksi oleh MBG sudah mampu membantu menyeimbangkan pasar.

Mengingat selama ini kelebihan produksi ayam dan telur berada pada kisaran yang hampir sama, penyerapan tersebut diyakini dapat mengurangi gejolak harga.

Ia juga mendorong agar koordinasi antarkementerian terus diperkuat sehingga seluruh kebijakan yang berkaitan dengan sektor peternakan berjalan searah dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Dalam kesempatan itu, Singgih turut mengapresiasi kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai cepat merespons persoalan peternak serta konsisten memperjuangkan keberlanjutan usaha sektor perunggasan nasional.

Dengan berbagai kebijakan yang telah dijalankan, pemerintah berharap harga ayam dan telur tetap stabil, kesejahteraan peternak meningkat, serta kebutuhan protein masyarakat dapat terus terpenuhi melalui pasokan yang terjaga.

Follow WhatsApp Channel faktabaru.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tangkap Tangan Tersangka Dugaan Pemerasan di Pemkab Bolaang Mongondow Utara
Dapat Hibah dari Italia, Kapal ITS Giuseppe Garibaldi Resmi Tiba di Jakarta
KPK Tangkap Tangan Tersangka Dugaan Suap dan Penerimaan Lainnya di Kementerian ATR/BPN
Dilantik Sebagai Menkeu, Suahasil Pastikan APBN Sehat Kredibel dan Berdampak Bagi Rakyat
Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan
Mendagri Salurkan Tali Asih untuk Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Gempa NTT
Tinjau Lokasi Terparah, Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Dampak Gempa
BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pasca-Gempa M7.7 NTT, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 02:02 WIB

KPK Tangkap Tangan Tersangka Dugaan Pemerasan di Pemkab Bolaang Mongondow Utara

Sabtu, 19 September 2026 - 09:12 WIB

Dapat Hibah dari Italia, Kapal ITS Giuseppe Garibaldi Resmi Tiba di Jakarta

Rabu, 16 September 2026 - 05:33 WIB

KPK Tangkap Tangan Tersangka Dugaan Suap dan Penerimaan Lainnya di Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 - 05:19 WIB

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Mendagri Salurkan Tali Asih untuk Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Gempa NTT

Berita Terbaru